Dirawat di Rumah Lebih Mending Daripada di Rumah Sakit

Perawatan maksimal di rumah sakit kerap ditempuh agar pasien bersangkutan bisa sembuh dari sakitnya, meski membutuhkan waktu berhari-hari. Namun tahukah, sebuah penelitian menyebutkan bahwa dirawat di rumah bisa meningkatkan perawatan?

Mengutip Healthline seperti diberitakan Suara.com, Jumat (10/1/2020) fakta ini ditemukan dalam studi percontohan yang dilakukan peneliti Brigham and Women’s Hospital Boston dan dipublikasikan di Annals of Internal Medicine. Namun bukan menggunakan obat warung, pasien yang dirawat di rumah tetap dipantau oleh dokter dan menggunakan obat yang diresepkan rumah sakit.

“Hospital at homes (HaH) seperti namanya, merawat pasien yang harus dirawat di rumah sakit. Umumnya pasien yang terlihat di ruang gawat darurat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, lalu diberi pilihan perawatan intensif di rumah,” ujar Thomas Cornwell, MD, pendiri Northwestern Medicine HomeCare Physicians dan chief executive officer, Home Centered Care Institute (HCCI).

Peneliti David Levine, MD, MPH, MA mengatakan, selain dari penelitiannya, memang hingga saat ini belum ada uji coba terkontrol secara acak di AS perawatan rumah sakit di rumah.

Hasilnya dari uji coba terkontrol yang secara acak ini bisa jadi bukti perawatan bisa dilakukan di rumah. Di rumah juga aktivitas fisik lebih meningkat dibanding perawatan di rumah sakit, karena biasanya mereka hanya terpaku di ruang rawat inap.

“Kami ingin menunjukkan dengan bukti yang sangat kuat, bahwa perawatan di rumah sakit bisa diberikan di rumah kepada yang sakit parah dengan biaya lebih rendah, aktivitas fisik yang lebih baik, kualitas dan keamanan yang tinggi, dan pengalaman pasien yang sangat baik,” tutur Dr. Levine.

Sebanyak 91 pasien didaftarkan Dr. Levine dalam percobaan, peserta ini diterima unit gawat darurat karena mengalami kondisi akut seperti infeksi, gagal jantung, penyakit paru kronis, asma dan mereka dirawat berjarak 5 mil dari rumah sakit. Lalu mereka menerima kunjungan perawat dan dokter, pamantauan jarak jauh, dan komunikasi lewat video.

Temuan menunjukkan bahwa pasien yang menerima perawatan di rumah, memiliki biaya total yang hampir 40% lebih rendah daripada pasien yang dirawat secara konvensional. “Studi ini menunjukkan hasil yang lebih baik dengan biaya lebih rendah di samping penggunaan sumber daya yang lebih baik. Ini adalah pekerjaan yang menjanjikan dan semakin banyak perhatian diberikan kepada perawatan di rumah,” kata Melissa O’Connor , PhD, MBA, RN, FGSA, dan direktur, Geriatric Interest Group, Universitas Villanova, M. Louise Fitzpatrick College of Nursing.

Sumber: ayopurwakarta.com